Ada orang yang aku lelah mengertinya. Entah aku sudah lupa
namanya. Jangan berpikir bahwa lelah mengerti berarti kita-sering-bertemu atau
kita-sering-bercengkrama. Lelah mengerti. Karena ia tidak ada dan bukan masalah
sebenarnya bagiku jika saja ia tidak punya sinyal kuat dan menghapus aksesku
kemana-mana. Tidak mengerti karena datangnya yang tiba-tiba dan merusak janjiku
untuk tidak memikirkan satu spesies homo sapien maskulin manapun. Dia dengan
kurang ajarnya berkata, ‘bolehkah aku datang lagi?’ .
Hai, aku selalu mendapat cerita tentang mu. Kau yang tak
pernah mau di kenalkan degan siapapun. Hey, siapa yang tidak meleleh
mendengarmu mengatakan, ‘ia memang belum pasti, tapi aku akan berusaha untuk
ini’. (oke, aku mengaku meleleh) aku berusaha menghilangkan mu akhir-akhir ini
dengan cara yang bodoh. Membuatku seperti cemburu? ‘ aku tidak ingin mengenal
siapa pun mana pun. Tidak terikat dan terkait dengan siapa pun mana pun. Jadi aku
berlepas diri dari gosip dan pembicaraan.’ Aku hanya bisa diam. Mau bagaimana lagi? Sekalipun
adikku tercinta yang sudah menjadi jauh lebih dewasa dariku bilang tidak, aku
tidak bisa seenaknya melemparmu jauh-jauh. Hhh, ini bahkan bukan aku. Sejak kapan
aku punya hati untuk tidak tega.
Atau ini memang bukan ekspresi tidak tega?
Hai, Kau
Yang aku sudah lupa namanya
Bisa minta tolong?
Matikan sinyalmu yang terlampau kuat itu
Itu mengganggu koneksiku yang memang tidak baik ini
Membuat akses kemana-mana terganggu dan tersasar hanya padamu
Yang aku sudah lupa namanya
Bisa minta tolong?
Matikan sinyalmu yang terlampau kuat itu
Itu mengganggu koneksiku yang memang tidak baik ini
Membuat akses kemana-mana terganggu dan tersasar hanya padamu
Hai, kau
Yang aku sudah lupa namanya
Yang aku sudah lupa namanya
Ini terlalu kiyowo untuk dibaca 😍😆🤍
BalasHapus